🌳  Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah :

🔰 “al-Mukminun : adalah orang-orang yang istiqamah di atas perintah Allah, meninggalkan hal-hal yang Allah haramkan, berhenti pada batas-batas agama Allah, berhukum dengan syari’at Allah. Merekalah kaum muslimin, merekalah para wali Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) :
🚇 “Allah berjanji untuk orang-orang yang beriman di antara kalian dan beramal shalih bahwa pasti Allah akan jadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Allah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan akan Allah jayakan agama mereka yang Allah ridhai untuk mereka, serta Allah tukar setelah kondisi takut menjadi aman. Mereka beribadah kepada-Ku dan tidak menyekutukan-Ku dengan apapun.” (an-Nuur : 55)

➡️ Apabila kaum muslimin berpegang teguh dengan agama Allah, konsisten melaksanakan perintah yang Allah wajibkan atas mereka, menjauhi apa yang Allah haramkan atas mereka, dan berhukum dengan syari’at-Nya maka SUNGGUH ALLAH PASTI AKAN MENOLONG MEREKA, menguatkan mereka atas musuh-musuhnya, dan menuliskan untuk mereka kemenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta menganugerahan kepada mereka keamanan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُون
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur keimanannya dengan kezhaliman (kesyirikan), bagi mereka keamanan dan mereka mendapatkan hidayah.” (al-An’am : 82)

🌙 Iman apabila disebutkan secara umum, masuk di dalamnya : melaksanakan segala apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Jadi, maknanya adalah :
▪️ mereka adalah orang-orang yang istiqamah di Tauhidullah,
▪️ menunaikan hak-hak Allah,
▪️ menjauh dari hal-hal yang Allah haramkan

Maka BAGI MEREKA KEAMANAN dan BAGI MEREKA HIDAYAH baik di dunia maupun di akhirat.
👉🏻 Musuh-musuh mereka tidak akan merugikan mereka apabila mereka konsisten di atas al-Haq.

🚨 Namun, kalau mereka melakukan sebagian apa yang Allah haramkan, atau
🚨 Meremehkan sebagian apa yang Allah wajibkan atas mereka,
↪️ maka mereka akan tertimpa bencana dan musibah yang tidak akan mereka sukai.

✳️ Perhatikan, makhluk termulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, ketika pasukan pemanah melakukan pelanggaran pada peristiwa Perang Uhud, yaitu tidak melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk bertahan pada posisinya. Tatkala mereka melanggar perintah tersebut, maka musuh berhasil menyerang balik dari posisi tersebut sehingga kaum muslimin mengalami kekalahan, ada yang terbunuh dan ada yang terluka. Itu terjadi dengan sebab MAKSIAT (menentang perintah), sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya (artinya) :

“dan Sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kalian, ketika kalian membunuh mereka dengan izin-Nya. Hingga ketika kalian lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai.” (ali ‘Imran : 152)

“dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kalian berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali ‘Imran : 165)

🌅 Maksudnya : wajib atas kaum mukminin – baik pemerintah maupun rakyat – untuk istiqamah di atas agama Allah, berpegang teguh dengan syari’at Allah, dan berhenti pada batas-batas Allah, baik pada ucapan, perbuatan, aqidah, wala (loyalitas), dan bara’ (anti loyalitas), maupun cinta dan benci.

👍🏻➡️ Inilah jalan MERAIH KEMENANGAN dan KEBAHAGIAAN.

📚 Majmu Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah : (8/172-174)

•••••••••••••••••••••
🌠📝 Majmu’ah Manhajul  Anbiya
📟 https://telegram.me/ManhajulAnbiya